DELAPANTOTO – musim hujan, banyak pemilik sepeda motor menghadapi risiko komponen rem terendam air, terutama saat melewati genangan atau banjir. Salah satu bagian yang rawan adalah kaliper rem. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah minyak rem perlu langsung diganti setelah kaliper terendam?
Risiko Air Masuk ke Sistem Rem
Kaliper adalah bagian penting yang menjepit piringan cakram untuk menghentikan laju kendaraan. Jika terendam, potensi air bercampur dengan minyak rem memang bisa terjadi, terutama melalui karet pelindung yang sudah aus atau longgar.
- Air yang bercampur dengan minyak rem akan menurunkan titik didih cairan, sehingga rem bisa mengalami vapor lock (hilangnya tekanan saat rem dipakai).
- Campuran air juga dapat memicu karat pada piston kaliper maupun selang rem.
- Dalam jangka panjang, performa pengereman melemah dan berbahaya ketika digunakan di jalan.
Apakah Harus Segera Ganti Minyak Rem?
Tidak semua kasus terendam air langsung membuat minyak rem tercampur. Namun, untuk menjaga keselamatan, mekanik umumnya menyarankan penggantian minyak rem apabila kaliper sempat terendam cukup dalam atau dalam waktu lama. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko rem blong.
Selain itu, pemeriksaan menyeluruh pada komponen rem juga penting, meliputi:
- Kondisi karet seal piston kaliper
- Selang rem, apakah ada retakan atau kebocoran
- Tebal kampas rem, karena kelembapan bisa mempercepat keausan
Perawatan Pencegahan
- Rutin mengganti minyak rem sesuai jadwal, biasanya setiap 2 tahun atau 20.000 km.
- Setelah melewati banjir, segera bersihkan kaliper dan piringan cakram dari lumpur.
- Periksa apakah ada perubahan rasa pada tuas rem, seperti terasa lebih dalam atau spongy. Jika iya, segera lakukan bleeding atau penggantian minyak rem.
Kesimpulan
Kaliper motor yang terendam air saat musim hujan memang berpotensi mengganggu kinerja rem. Meski tidak selalu langsung tercampur, mengganti minyak rem setelah terendam air adalah langkah aman untuk mencegah bahaya di jalan. Lebih baik melakukan perawatan tambahan dibanding mengambil risiko rem blong yang bisa membahayakan keselamatan pengendara.
Sumber: danatotomacau.pro