INITOGEL – Kecepatan motor MotoGP yang bisa melesat lebih dari 350 km/jam kerap membuat banyak orang penasaran. Salah satu faktor penting di balik performa buas tersebut adalah bahan bakar yang digunakan. BBM motor MotoGP jelas bukan bensin biasa seperti yang dijual di SPBU untuk kendaraan harian.
Secara teknis, RON BBM motor MotoGP berada di kisaran sangat tinggi, umumnya setara RON 100 hingga di atas RON 102. Angka ini jauh melampaui BBM yang digunakan motor produksi massal, yang rata-rata hanya membutuhkan RON 90 hingga RON 95.
RON tinggi dibutuhkan karena mesin MotoGP memiliki rasio kompresi ekstrem, bisa mencapai lebih dari 14:1, bahkan mendekati 15:1. Dengan kompresi setinggi itu, bensin beroktan rendah akan mudah mengalami detonasi atau knocking, yang justru merusak mesin dan menurunkan performa.
Meski RON-nya sangat tinggi, BBM MotoGP bukan sembarang bahan bakar balap liar. Sejak beberapa musim terakhir, regulasi MotoGP mewajibkan penggunaan bahan bakar non-timbal (unleaded) dan komposisinya harus mendekati bensin komersial. Artinya, tidak boleh menggunakan zat aditif berbahaya atau senyawa kimia ekstrem.
Namun jangan salah, bensin MotoGP tetap sangat spesial. Formula bahan bakarnya dirancang khusus untuk:
- Pembakaran sangat stabil di putaran mesin tinggi
- Respons throttle instan
- Daya maksimal tanpa merusak mesin
- Konsistensi performa sepanjang balapan
Selain RON tinggi, kualitas BBM MotoGP juga ditentukan oleh tingkat kemurnian dan kestabilan energi yang dihasilkan. Inilah yang membuat mesin bisa berkitir hingga 18.000 rpm lebih tanpa kehilangan tenaga.
Penting dipahami, RON tinggi tidak otomatis membuat motor harian lebih kencang. Mesin motor jalanan dirancang dengan kompresi tertentu. Jika diisi BBM beroktan terlalu tinggi tanpa kebutuhan teknis, peningkatan performa nyaris tidak terasa dan justru boros biaya.
Kesimpulannya, motor MotoGP menggunakan BBM dengan RON setara 100 ke atas karena tuntutan mesin balap berteknologi tinggi dan kompresi ekstrem. Kombinasi mesin, elektronik, dan bahan bakar inilah yang membuat motor MotoGP mampu melesat secepat kilat di lintasan balap dunia.
